Dari Poetry Ann

 

Kendang Pencak duet

Dear Indonesia…

Selamat ulang tahun yang ke-70!

Di perayaan ulang tahunmu yang ke-70, yang diselenggarakan di Cimoyan tahun ini, membuat konsentrasi saya terbelah dua. Ada pertunjukkan Kendang Pencak di tengah riuhnya berbagai lomba yang sengaja diadakan oleh himpunan pemuda Cimoyan. Jadilah saya mesti kesana kemari untuk mengambil foto sebagai dokumentasi. Mereka memang sengaja menampilkan Kendang Pencak tersebut dengan tujuan menjajal kemampuan sekaligus melatih keberanian para personel Kendang Pencaknya yang memang hampir kesemuanya masih berusia remaja, meski tentu saja ada juga personel yang dewasanya, bahkan ada yang berusia lanjut. Bagi saya, ini menyenangkan, karena momen perayaan ulang tahunmu tahun ini tidak hanya dimanfaatkan oleh pemuda Cimoyan untuk mempersatukan para warganya, terutama para pemudanya, yang tinggal di bagian wetan, lor, dan kulon saja, tapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kesenian tradisional Kendang Pencak tersebut pada anak-anak dan pemuda Cimoyan yang mungkin belum pernah melihat langsung kesenian tersebut, seperti saya.

kendang pencak duet 2

Meski di luar sana, juga di dunia maya, saya banyak mendengar dan membaca selentingan tentang orang-orang yang masih meragukan dan mempertanyakan kemerdekaanmu, bagi saya, Indonesia tetaplah sudah merdeka. Meski tentu saja saya tahu, masih banyak rakyat Indonesia yang belum bisa menikmati seutuhnya kemerdekaan tersebut. Banyak sekali rakyat Indonesia yang masih menderita dan entah kapan hal tersebut bisa berakhir, atau setidaknya berkurang. Bahkan beberapa hari sebelum hari kemerdekaanmu, saya mendengar kerusuhan terjadi di Kramatwatu, daerah yang masih dibilang berdekatan dengan kampungku ini karena masih sama-sama berada di Serang. Saya mendengar kabar tersebut dari Bapak. Rasanya sedih sekaligus perih. Sepertinya, perasaan itu pun tidak hanya dirasakan saya, tapi juga Bapak. Itu terlihat dari air muka Bapak ketika menyampaikan kabar tersebut. Biar bagaimanapun, Kramatwatu pernah menjadi bagian dari kehidupan keluarga kami. Bahkan mungkin masih menjadi bagian dari kehidupan keluarga kami hingga sekarang. Tanah Kramat pernah menjadi kampung keluarga kami meski sebentar. Banyak kenalan yang pada akhirnya menjadi kerabat dekat tinggal di sana. Tapi, bukan berarti kita mesti bersikap anti terhadap perayaan-perayaan atau pelaksanaan upacara-upacara yang dilaksanakan oleh kebanyakan orang untuk memperingati hari kemerdekaanmu ini, bukan? Bukan berarti kita boleh mengisi hari kemerdekaan ini dengan keluhan, sikap apatis dan pesimis, kan?

Para nayaga

Saya selalu percaya, perayaan-perayaan dan lomba-lomba yang diadakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia di tiap hari ulang tahunmu ini, bukanlah upaya mereka untuk melupakan rakyat Indonesia lain yang masih mengalami penderitaan. Bukan.  Lagipula, perayaan-perayaan semacam ini, sangat mungkin justru bisa dimanfaatkan untuk mempersatukan rakyat yang satu dengan rakyat yang lain. Juga bisa dijadikan momen untuk memperkenalkan dan melestarikan kesenian-kesenian tradisional, seperti yang dilakukan oleh para pemuda Cimoyan ini, dan mungkin juga oleh pemuda-pemuda di daerah lain. Di luar sana, momen hari kemerdekaan ini bahkan dimanfaatkan untuk mengangkat para pemuda Indonesia berprestasi. Keren, kan? Ternyata, kalau kita mau membuka mata, telinga, dan hati sedikit saja, kita akan sadar, bahwa betapa banyak juga para pemuda Indonesia yang berprestasi dan tetap bergerak melakukan perubahan untukmu, Indonesia, di tengah segala keluhan, sikap apatis dan pesimis yang ditunjukkan oleh orang-orang yang menurut saya “nggak kreatif banget” itu.

kendang pencak grup

Saya tahu, Indonesia, bukan keluhan, sikap apatis dan pesimis itu yang engkau harapkan dari rakyatmu. Dan mestinya orang-orang yang kerjaannya hanya bisa terus menerus melontarkan keluhan, bersikap apatis dan pesimis itu tahu, bahwa bukan itu yang engkau inginkan.

balap kaarung

Hup! Terbaaang!😀

 

balap karung 2

Di ulang tahunmu yang ke-70 ini saya berharap rakyat Indonesia menyadari hal tersebut. Itu saja.

Sekali lagi, selamat ulang tahun Indonesia! Merdeka!

tarik tambang

Tariiik, Maaaang!

 

 

*Tulisan mengenai Kendang Pencak bisa dibaca di postingan saya yang berjudul “Sambut 17-an dengan Kendang Pencak”.