Oleh: Poetry Ann

 

Cafe Yashinta

Makan siang di Cafe Yashinta – SPBU Muri Tegal.

 

Saya, Ahmad Wayang, Hilman Sutedja dan Abdul Salam, tiba di Hotel Alexander, Tegal – Jawa Tengah—tempat kami menginap selama mengikuti event Temu Penyair Dari Negeri Poci 5—pada sabtu, 21 Juni, sekitar pukul 04.30. Kami tiba setelah sebelumnya memutuskan naik becak dari daerah Kajin (kalau saya tidak salah ingat). Rupanya, Hotel Alexander yang kami tuju terlewat.

“Oh, jauuuh! Kalo mau ke Hotel Alexander mestinya tadi turun di Mall Pasific. Dari situ tinggal jalan aja, deket.” ujar Pak Tarno, salah seorang penarik becak yang kami tanya begitu kami turun dari bus. Dan pada akhirnya, kami pun memutuskan untuk naik becaknya menuju hotel yang kami tuju. Jaraknya memang cukup jauh. Kurang lebih setengah jam jika ditempuh menggunakan becak. Pak Tarno sendiri awalnya menyarankan kami untuk naik angkot. Tapi rupanya, waktu sepagi itu sangat sulit mendapatkan angkot yang melintas di kawasan tersebut. Maka akhirnya, meluncurlah kami menuju Hotel Alexander dengan menumpang becak Pak Tarno dan salah seorang rekannya.

Sepengamatan saya selama duduk manis di atas becak, saya menemukan kondisi dan suasana jalanan yang berbeda, yang sepertinya jarang saya temui di kota kelahiran saya, Serang – Banten. Pertama, soal kebersihannya. Di sepanjang jalan dari daerah Kajin hingga Hotel Alexander, jalanan dan trotoarnya bersih. Bahkan saat melintasi kawasan pasar dan jejeran toko yang hampir kesemuanya belum buka pun, tak ada sampah plastik atau kulit buah yang berserakan di jalan maupun di sekitar tokonya. Sungguh berbeda dengan kondisi ketika saya berjalan-jalan di kota saya sendiri. Kedua, banyaknya penarik becak yang bisa ditemui di sepanjang perjalanan. Ada yang masih mangkal, ada juga yang sudah sibuk berseliweran mengangkut penumpang. Rupanya, di Kota ini becak masih menjadi kendaraan yang banyak dipilih orang. Hal tersebut diakui oleh Pak Tarno, juga Pak Tobi’in, salah seorang penarik becak yang mengantarkan saya dan ketiga kawan saya menuju Terminal Tegal saat pulang menuju Serang.

Tempat sampah

Tempat sampah di sepanjang jalan Kota Tegal.

 

Sesampainya di hotel, usai salat subuh, sekitar pukul 05.15, saya, Wayang dan Hilman memutuskan untuk berjalan-jalan ke Alun-alun Kota Tegal, sementara Salam tidak ikut. Ia lebih memilih untuk tetap tinggal di kamar dan tidur.

Setelah sempat bertanya pada penarik becak yang mangkal di depan hotel, saya, Wayang dan Hilman pun lekas pergi menuju alun-alun dengan berjalan kaki. Kesan jalanan dan trotoar yang bersih kembali saya temui. Di sepanjang jalan menuju Alun-alun Tegal ini, kurang lebih di setiap jarak seratus meteran, terdapat tempat-tempat sampah yang berjejer. Tempat-tempat sampah tadi dibagi menjadi dua kelompok, kelompok sampah organik dan nonorganik. Di seputar wilayah alun-alun, tempat-tempat sampah seperti itu lebih banyak lagi saya temui. Saya berpikir, enak sekali warga Kota Tegal ini, kalau mau membuang sampah, tak perlu kebingungan mencari tempat sampah. Lain halnya dengan pengalaman saya di Kota Serang. Saya lebih sering terpaksa harus mengantongi sampah plastik bekas bungkus jajanan saya, atau menyimpannya di dalam tas, hingga saya bisa menemukan tempat sampah karena di kota kelahiran saya ini, agak sulit menemukan tempat sampah. Duh, saya mendadak iri dengan Tegal. Hiks!

Tempat sampah.

Tempat sampah di kawasan Balai Kota Tegal.

Pemandangan jalanan dan trotoar yang bersih masih saya temui hingga ke Balai Kota Tegal. Beberapa petugas kebersihan yang kebanyakan perempuan pun terlihat sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Satu hal lagi yang terlewat, yang lagi-lagi membuat saya merasa iri dengan Kota Tegal. Di kota ini, pejalan kaki bisa menggunakan trotoar dengan cukup nyaman karena nyaris tak ditemukan pedagang kaki lima yang memanfaatkan trotoar untuk berjualan, seperti yang banyak saya temui di Kota Serang. Duh, lagi-lagi, Serang oh Serang…!

papan reklame

Yuh sedulur padha bareng njaga kebersihan lan keindahan Kota Tegal ben bisa olih adipura maning!

Yuh sedulur padha bareng njaga kebersihan lan keindahan Kota Tegal ben bisa olih adipura maning!

Tulisan yang tercetak besar-besar pada sebuah papan reklame yang terdapat di Alun-alun Kota Tegal itu membuat saya mengerti, mengapa kota yang tengah saya kunjungi ini begitu menjaga kebersihan kotanya. Tak salah memang jika Tegal bisa meraih piala adipura pada tahun 2012 dan 2013 lalu. Ingatan saya pun kembali terlempar pada kota kelahiran saya. Muncul pertanyaan menggelitik di kepala saya: kira-kira, kapan Kota Serang bisa meraih piala adipura juga? Hhee…!

Kesan bersih dan teratur kembali saya temui di sepanjang perjalanan menuju Terminal Tegal ketika saya, dan ketiga kawan saya hendak pulang menuju Serang pada Minggu pagi, 22 Juni 2014. Kesan semrawut dan kotor tidak saya temui di Terminal Tegal ini. Jejeran toko, bus dan para pedagang yang menjajakan panganan khas daerahnya untuk oleh-oleh terpisah di bagian dalam terminal, sementara pedagang koran, tukang becak dan motor berada di bagian luar. Suasananya lumayan nyaman. Ah, lagi-lagi saya mesti membandingkannya dengan terminal di kota kelahiran saya: Terminal Pakupatan. Kedua terminal tersebut sangat jauh berbeda jika disandingkan. Satu pertanyaan lagi meletik di kepala saya: kapan Terminal Pakupatan bisa senyaman Terminal Tegal ini?

Terminal Kota Tegal

Terminal Kota Tegal

Tapi, di antara semua hal yang membuat saya iri dengan Tegal dan merasa agak kecewa dengan kota kelahiran saya, ada satu hal yang membuat saya merasa kembali memiliki kebanggaan. Yaitu ketika Pak Tobi’in, penarik becak yang mengantar saya menuju Terminal Tegal bercerita, bahwa dirinya pernah beberapa kali singgah ke Kota Serang untuk mengunjungi saudaranya dan mengaku menyukai sate bandeng, salah satu makanan khas Serang – Banten.

Ya, mungkin Kota Serang masih harus berjuang keras untuk menata kota dan kebersihannya, tapi di luar itu, Kota Serang memiliki banyak makanan khas yang bisa menjadi kebanggaan tersendiri, seperti sate bandeng, nasi sum-sum, rabeg dan panganan lain yang hanya bisa kamu temui jika kamu berkunjung ke Kota Serang.

Terminal Kota Tegal

Terminal Kota Tegal

 

 

Terminal Kota Tegal bagian luar.

Terminal Kota Tegal bagian luar.