Oleh: Poetry Ann

 

 

City of Joy

 

Sewaktu Bu Tias membahas soal Calcutta di acara bedah buku “Honeymoon ala Backpacker” karya Gol A Gong pada Sabtu, 10 Mei yang lalu, yang muncul di ingatan saya adalah “City of Joy”-nya Dominique Lapierre. Ingat City of Joy artinya jadi ingat juga Anand Nagar (Negeri Bahagia). Ingat perjuangan hidup seorang penghela angkong, Hasari Pal. Ingat kemurahan hati dan surga yang Sabia, para paria, sida-sida dan para penderita kusta tunjukkan di tengah penderitaan yang mereka alami. Ingat Stephen Kovalski yang membuat saya jatuh hati. Bukan karena tampangnya yang ganteng seperti yang terbit dalam ekspektasi saya ketika saya membaca buku tersebut, tapi karena kerlaannya melayani, menjadi sahabat sekaligus menjadi bagian dari para penghuni Negeri Bahagia itu. Dia bukan seorang muslim, tapi bagi saya dia seorang muslim karena buat saya, muslim/islam bukan terletak pada KTP, tapi terletak pada ucapan dan perbuatannya. Jadi bagi saya, apa pun agama yang tertera pada kartu identitasnya, Stephan Kovalski adalah muslim (bagi saya).

Satu hal lagi, saya juga jadi ingat sebuah puisi yang sengaja saya buat setelah selesai membaca buku tersebut untuk kedua kalinya. Sebuah puisi yang sengaja saya tuliskan di cover belakang bagian dalam buku tersebut. Sebuah puisi sederhana yang mungkin tak berarti apa-apa di mata Anda.

 

 

Poetry Ann

ANAND NAGAR

  • meminjam city of joy-nya dominique lapierre

 

Dititipkannya derita pada negeri si lepra

bukan untuk menenggelamkan calcutta

yang terus menggeliat di bawah tatapan gagak

dan hering yang menunggu kesempatan

untuk dijadikannya sebuah surga

 

Bukan pula untuk menyeret orang-orang

seperti hasari pal yang sembunyikan payah

di balik kayu penghela angkong hingga

tak pernah tahu kapan lajunya akan berujung

 

Bukan stephan kovalski yang memberi

dan menjadi Tuhan tapi ialah yang menerima

dan meminang Tuhan pada lukisan Kafan Suci Turin

lewat derita si kusta, sida-sida, paria, dan sabia

yang begitu tenang menghadapi penyakitnya

; setenang rajawali yang menghadap matahari

sesaat sebelum mati

 

Cimoyan, 2012-2013