Oleh: Poetry Ann

Tak perlu menunggu kondisi sempurna untuk melakukan sesuatu. Untuk bisa menulis, saya tak perlu menunggu diri saya memiliki netbook atau laptop dahulu. Dulu, sebelum memiliki laptop, saya biasa menuliskan cerita-cerita saya di note dan aplikasi quick office yang ada di handphone saya, atau menulisnya di buku untuk kemudian diketik jika ada waktu dan uang untuk pergi ke warnet. Sekarang, ketika saya ingin menumbuhkan minat membaca pada adik, sepupu, dan anak-anak di sekitar tempat tinggal saya, saya pikir, saya juga tak perlu menunggu memiliki perpustakaan dengan koleksi ratusan atau ribuan buku, atau menunggu hingga saya mampu membuat taman bacaan dahulu. Tidak, saya rasa, saya tak perlu menunda selama itu. Saya bisa memulainya sekarang juga! Saya cukup memanfaatkan beberapa komik, beberapa seri novel anak Animorphs yang saya miliki, dan koleksi cerpen anak yang saya dapatkan dari beberapa koran minggu yang kemudian sengaja saya kumpulkan dan saya kliping untuk memulainya.

Saya juga tak perlu waktu dan tempat khusus untuk memulainya. Untuk waktu, saya bisa kapan saja melakukannya. Selama saya ada, bisa dan punya waktu luang untuk melakukannya, ya saya lakukan. Tidak perlu setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan. Kapan pun anak-anak itu datang, saya ada dan bisa, saya akan memulainya. Sementara untuk tempat, sekarang ini saya cukup memanfaatkan apa yang ada, yaitu teras dan ruang tamu rumah orang tua saya yang sekarang saya tinggali.

Jangan membayangkan apa yang saya lakukan ini sama seperti yang orang lain lakukan di perpustakaan-perpustakaan atau taman baca-taman baca yang pernah kamu datangi. Jangan! Itu bayangan yang sangat berlebihan untuk apa yang saya lakukan sekarang ini, sebab apa yang saya lakukan hanyalah hal-hal kecil dan sederhana. Tak ada kegiatan rutin atau lomba-lomba seperti yang biasa dilakukan di taman baca dan komunitas kepenulisan seperti Rumah Dunia, tak ada rak-rak berjejer penuh buku dilengkapi alas duduk yang nyaman, dekorasi ruang yang keren dan mainan seperti yang ada di perpustakaan-perpustakaan, juga tak ada tutor atau relawan khusus untuk mengisi kegiatan. Apa yang saya lakukan semuanya berjalan bebas saja. Penuh kekeluargaan dan penuh tawa. Hanya itu!

Ketika ada anak-anak datang, saya akan keluarkan buku-buku anak koleksi saya, saya ajak mereka untuk membaca, sekedar mengobrol, bercanda, melakukan read aloud bersama atau apa saja. Saya juga tak terlalu menekankan pada mereka untuk membaca buku-buku yang saya keluarkan tersebut. Ada kalanya, kadar membaca, read aloud dan mengobrol atau bercanda bersama mereka justru lebih banyak mengobrol dan bercandanya. Tapi saya menikmati itu. Paling tidak, pelan-pelan saya bisa lebih mendekatkan diri saya dulu dengan mereka sebelum benar-benar saya tarik mereka untuk mau membaca.

Bahkan tekadang saya tak mengajak mereka membaca sama sekali. Sebagai gantinya, saya mengajak mereka untuk ikut membantu saya mengliping cerita-cerita anak yang saya kumpulkan dari koran minggu. Itu pun tak saya lakukan setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan. Sekali lagi saya katakan, bebas saja. Kapan saja saya bisa dan mereka mau, ya kami lakukan.

Jangan juga membayangkan rumah saya ini penuh anak dan penuh kegiatan. Tidak. Sejak memulainya pada tahun 2013 lalu, anak-anak yang bisa saya ajak untuk membaca, melakukan read aloud, mengobrol dan bercanda bersama hanya segelintir saja. Jumlahnya tidak lebih dari lima atau enam anak. Itu pun sudah termasuk dengan adik dan sepupu saya. Tapi biar begitu, saya tetap senang. Ya, saya senang karena pada akhirnya bisa pelan-pelan mulai merealisasikan impian saya untuk ikut ambil bagian menularkan virus membaca pada orang-orang terdekat saya. Meski skalanya kecil, saya yakin akan ada manfaatnya.

Tentu saja untuk ke depannya, saya juga berharap saya bisa melakukan seperti yang sudah banyak orang lain lakukan. Yaitu, bisa memiliki lebih banyak koleksi buku, memiliki tempat khusus, memiliki jadwal dan kegiatan rutin yang lebih terorganisir dan bisa menularkan minat membaca pada lebih banyak orang. Tidak hanya anak-anak, tapi juga remaja, dewasa, bahkan orang tua. Kalau bisa manula juga. Pelan-pelan, saya yakin pelan-pelan saya bisa mewujudkan harapan saya itu karena saya sudah memulainya. Entah kapan, di mana dan dengan cara apa harapan itu akan mewujud, selama saya terus berusaha dan berdoa, saya yakin Tuhan akan menuntun dan membantu saya. Kalaupun tak sampai terwujud, saya percaya Tuhan punya kehendak lain yang lebih baik untuk saya.

Beberapa foto berikut ini mungkin bisa sedikit membantu kamu membayangkan apa yang saya ceritakan. Percayalah, apa yang saya lakukan ini sangat sederhana. Kalau kamu mau, kamu pun bisa melakukannya. Ya, kamu bisa mewujudkan apa pun mimpi dan harapanmu dengan cara memulainya dari hal yang paling kecil, daripada terus menunda-nunda dan tidak memulainya sama sekali bukan?

1.jpg
Ini Izal dan Iin. Mereka anak bawang yang suka nimbrung kalau liat kakak-kakaknya sibuk baca.

2.jpg

3.jpg
Kurang lebih satu bulan lalu saya mendapat enam buku bacaan anak-anak penuh warna. Seneeeng… karena bisa nambah koleksi bacaan mereka. Hhee…

4.jpg
Di foto ini ada Umam dan Apin. Mereka belum mau kalau diajak baca. Cuma liat-liat cover bukunya aja. Hhaa…! Tak apa. Semua butuh proses.

5.jpg
Eaa… tuh buku malah dipake buat bantal. Hhaa…!

Posted by Wordmobi