Oleh: Poetry Ann

Paud_3[1]

Ibu-ibu PAUD dari Jakarta tengah menunggu pengumuman pemenang hadiah quote paling keren.

Sesuatu yang kelihatannya sepele bisa menjadi sangat bermanfaat jika kita mau sedikit saja berpikir kreatif. Menjadikan sesuatu yang tadinya terlihat tak menarik menjadi menarik, menjadikan sesuatu yang tadinya terlihat biasa menjadi hal yang luar biasa, semuanya bisa kita lakukan jika kita mau sedikit saja berpikir kreatif. Pemikiran itulah yang coba ditanamkan Gol A Gong pada sekitar lima puluh lebih ibu-ibu PAUD dari Jakarta yang mengikuti acara Workshop Membuat Pict Book, yang berlangsung pukul 08.00-12.00 pada Minggu, 19 Januari 2014 kemarin.

Acara dimulai dengan penjelasan tentang profil Rumah Dunia dari awal berdiri hingga sekarang (2014) yang kemudian dilanjut dengan pemutaran film pendek, masih bercerita mengenai Rumah Dunia. Setelahnya, Gol A Gong mulai menjelaskan tentang pentingnya budaya membaca untuk anak usia dini. Ada beberapa metode menyenangkan yang bisa diterapkan agar anak usia dini cepat tertarik dan antusias ketika diajak mengenali huruf dan mulai belajar membaca. Salah satunya dengan memanfaatkan pict book yang bisa dibuat sendiri dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita.

Dalam workshop kali ini, Gol A Gong memilih media kardus bekas Aqua untuk digunakan sebagai bahan utama membuat pict book. Kardus bekas tersebut bisa diubah menjadi alat mendidik yang efektif dan tidak membosankan untuk anak. Dengan cara mengguntingnya menjadi beberapa bagian terpisah, kemudian membentuknya menyerupai buku cerita atau sesuatu yang bisa diisi dengan gambar benda-benda hasil kreasi sendiri. Metode ini berguna untuk mengenalkan huruf lewat gambar-gambar yang dibuat tiga dimensi. Anak bisa mengenal huruf sekaligus mengetahui bagaimana bentuk benda yang diperkenalkan.

Sekitar setengah jam Gol A Gong menjelaskan sambil mempraktekan cara membuat pict book dari kardus bekas tersebut pada ibu-ibu PAUD. “Buatlah gambar yang dekat dengan kehidupan anak. Misalnya, mau memperkenalkan dunia binatang, kita buat hewan-hewan yang ada di kebun binatang. Mau meperkenalkan alat kesehatan, kita bisa buat kotak P3K yang di dalamnya kita isi dengan gambar obat-obatan,” terang Gol A Gong sembari menunjukkan salah satu pict book yang sudah disiapkannya sebagai contoh.

Dalam membuat pict book, Gol A Gong menyarankan untuk tidak menggunakan kalimat yang terlalu panjang. Delapan hingga dua belas kata untuk setiap kalimat dirasa cukup agar anak-anak bisa dengan mudah mencerna pesan yang ingin kita sampaikan lewat pict book tersebut. Juga yang tak kalah penting, tak ada salahnya mencari maskot yang digunakan sebagai identitas masing-masing TBM atau PAUD. Beki, si bebek kinclong, itulah contoh maskot yang digunakan Gol A Gong ketika menjelaskan cara membuat pict book.

Paud_2[1]

Perwakilan salah satu dari kelompok ibu-ibu PAUD tengah mempresentasikan pict book hasil karya kelompoknya.

Setelahnya, ibu-ibu PAUD tadi diajak untuk mempraktekkan langsung apa yang sudah diterangkan oleh Gol A Gong. Peserta dibagi menjadi delapan kelompok yang masing-masingnya terdiri dari tujuh sampai delapan orang. Setelah selesai, tiap kelompok diminta memilih salah satu anggotanya untuk maju ke depan, mempresentasikan hasil pict book buatan kelompoknya masing-masing.

Paud[1]

Gol A Gong menyerahkan hadiah paket novel Balada si Roy pada pemenang quote terkeren.

Selain praktek membuat pict book secara kelompok, peserta juga ditantang oleh Gol A Gong untuk membuat quote-nya sendiri. Quote yang paling menarik mendapatkan hadiah satu paket novel Balada si Roy terbitan Gramedia yang baru diterbitkan pada 2013 lalu.