Oleh: Poetry Ann

Aih, senangnya waktu mendapat kabar dari Ferdian kalau dia dan beberapa kawan yang juga alumni Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD) angkatan 19 ternyata tengah merintis Rumah Baca di daerahnya, Cilegon.

Sebelumnya, saya sempat berpikir kalau KMRD angkatan 19 tak lagi eksis karena sebagian besar pesertanya tak ada kabar. Tapi setelah mendapat kabar dari Ferdian melalui postingannya di grup Rumah Dunia Kreatif pada Senin, 22 Juli 2013, saya senang sekali karena ternyata virus literasi yang didapatkan dari para tutor kami selama menjalani Kelas Menulis Rumah Dunia belum luntur.

Dari kabar yang dibawa Ferdi dan beberapa kawan lain, saya yakin kalau virus literasi yang didapat dari para tutor kami di Rumah Dunia justru semakin melekat dan siap menyebarkannya dengan berbagai cara yang kami pilih masing-masing.

Ada yang memilih dengan cara mendirikan Rumah Baca dan kelas menulis layaknya Rumah Dunia seperti yang dilakukan oleh Ferdian, Pak Ayatullah Marsai dan beberapa kawan lain yang sedaerah. Rumah Baca yang mereka beri nama Rumah Baca Damar26 ini beralamat di Jl. Pabean 03 Link. Duku Malang RT. 013/04 Tegal Bunder – Kota Cilegon.

Buat kalian yang gemar membaca dan menulis atau baru berniat memulai kegemaran membaca dan menulisnya, yang tinggal di Cilegon dan sekitarnya, kalau mau gabung untuk mengikuti kelas menulis di Rumah Baca mereka atau sekedar berkunjung, silahkan datang langsung ke alamat tersebut. Selain itu, semua kegiatannya bisa diikuti langsung di grupnya, Rumah Baca Damar26.

Buat Ferdian, Pak Ayatullah Marsai dan kawan lainnya terus semangat!🙂

Ada Ardian Je yang memilih menjadi relawan tetap Rumah Dunia. Aih, semenjak jadi relawan, omongan dia sekarang jadi filosofis… bangeeeet!😀  Hohoho…! Mudah-mudahan bisa menjadi relawan yang baik.

Ada juga Zhibril Ababil yang memutuskan menyebarkan virus literasinya lewat cerpen-cerpen teenlitnya. Yang katanya, selama bulan Ramadan ini lagi dipingit di pesantrennya. Biar dipingit masih sempat menulis kan?

Ada Lyathi Lia dan Alma Veelah yang memilih bergabung di majalah Blitz (majalah remaja terbitan Rumah Dunia). Khusus untuk Lyathi Lia, sebenarnya saya bingung. Masihkah saya boleh mengakuinya menjadi bagian dari KMRD 19? Soalnya dia itu setengah KMRD 19, setengah KMRD 20. Buat KMRD angkatan 20, mohon keikhlasannya untuk kami akui juga dia sebagai KMRD angkatan 19.😀

Ada Yehan Minara yang mengikuti jejak Gol A Gong, menjadi travel writer. Beberapa tempat di Pulau Jawa, seperti Curug Tujuh Cilember yang ada di Bogor, Kawah Putih di Bandung, Dieng – Wonosobo, Jogja, Baduy dan Pulau Tunda sudah pernah ia singgahi. Terakhir kali saya berkomunikasi dengannya, tepatnya siang tadi, dia bilang, dia sedang berada dia atas kapal laut yang akan membawanya ke Lampung.   Sebagian catatan perjalanannya bisa dibaca di blog pribadinya. Sayangnya, blognya sedang ada trouble, jadi untuk sementara tidak bisa diakses. Huhuuu…! Tak apa, yang penting terus semangat!

Ada Syakky yang memilih jadi gembelpacker. Perjalanan dia sudah sampai Jogja sekarang.

Meski backpackeran terus, ternyata Syakky juga tak berhenti menulis. Ia terus belajar dan berbagi ilmu kepenulisan yang didapatnya selama di perjalanan. Sekarang-sekarang ini Syakky lagi rutin mengisi materi buletin dan news di Kelas Online Bimbingan Menulis Novel. Selain itu ia juga sekarang mulai aktif di Studio Pertunjukan Sastra Yogyakarta yang digagas oleh almarhum Hari Leo AER.  Dan sedang ikut berpartisipasi dalam proyek bersama 24 penulis menulis 1 novel yang dikomandoi oleh Hengki Kumayandi.
Wiiiw…! Berarti bentar lagi punya novel dong yaaa…! Kami tunggu karya-karyamu, Syakky!

Ada Ghaniyyu yang memilih tetap menjaga virus literasi yang ditularkan Rumah Dunia padanya lewat puisi-puisinya. Katanya sekarang-sekarang ini, di sela-sela kesibukan menjalani praktenya di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta, dia juga lagi sibuk mempersiapkan puisi-puisinya untuk proyek kumpulan puisi bersama ketiga kawannya yang sama-sama tergabung di Majelis Puisi Rumah Dunia. Yuhuuu… siapa saja mereka? Sssssst…! Ghaniyyu bilang masih belum boleh dipublikasikan.😀

Sementara Yori Tanaka, Dasuki dan saya sendiri, memilih membagi semangat dan ilmu kepenulisan yang kami dapat dari Rumah Dunia lewat Nekad Publishing, penerbit indi yang baru kami rintis sejak November 2012 lalu. Yang bertempat di Jl. Raya Mauk Km. 16 Ds. Jatiwaringin No. 39 RT. 05 RW. 02 Kec. Mauk Kab. Tangerang.

Kami berharap suatu hari nanti, penerbit indi yang kami rintis ini bisa menjadi penerbit mayor. Amin!

Kami juga sengaja membuat fanpage Nekad Publishing. Selain sebagai media promosi Nekad Publishing, juga kami gunakan sebagai media untuk membagi semangat dan ilmu kepenulisan yang kami dapat dari Rumah Dunia, dari para penulis yang pernah kami korek ilmu kepenulisannya, dari apa yang kami baca, dengar dan alami, pada kawan-kawan Nekad yang ada di jejarng sosial.

Selain ingin menyebarkan virus literasi di jejaring sosial melalui fanpage dan website kami (website masih dalam proses), Nekad Publishing juga berencana ikut menyebarkannya langsung (tatap muka). Karena itu Nekad Publishing ikut mendukung Yori Tanaka yang ternyata juga tengah sibuk membentuk Taman Baca dengan nama Bengkel Baca Nekad dan Literacy Club di kediamannya,  Tangerang. Yang rencananya akan di-launching setelah lebaran ini.

Kegiatan-kegiatan yang akan diadakan di Bengkel Baca Nekad ini nantinya tidak berbeda jauh dengan kegiatan-kegiatan yang sudah sering dilakukan Rumah Dunia. Di sana ada perpustakaan yang dapat diakses oleh siapa saja, ada beberapa kegiatan rutin yang akan dilaksanakan setiap harinya, di antaranya: Reading & Writing Gathering, English Gathering, dan Art Gathering.

Sementara Literacy Club adalah suatu perkumpulan yang bertujuan untuk meningkatkan semangat literasi khususnya dibidang kreativitas. Ada beberapa program yang sudah Yori siapkan untuk Literacy Club ini, di antaranya: Reading & Writing Gathering, English Gathering, Art Gathering, Photography & Movie Gathering, Design Graphic Gathering, dan Enterpreneurship Gathering.

Yang ingin tahu info lebih jelasnya, silahkan datang langsung saat acara launching nanti ya…!

Doakan semoga berjalan sesuai rencana. Amin!

Sementara Dasuki, sedang sibuk mendesian website Nekad Publishing dan proyek novelnya. Doakan segera selesai…!

Eih, bay the way, Uki juga merupakan ketua KMRD angkatan 19 loh! Mustinya dia juga nih, yang update terus kabar kawan-kawan KMRD angkatan 19 yang lainnya.😀

Sementara saya sendiri, selain lagi sibuk menghasut adik, sepupu, dan beberapa sahabat saya supaya minimal suka membaca, juga lagi sibuk mengaktifkan kembali blog saya untuk ikut menyebarkan semangat literasi lewat tulisan-tulisan yang saya buat. Sebagian tulisan-tulisan saya, sudah saya posting di blog ini. Jadi, buat yang mau baca tulisan-tulisan saya silahkan korek-korek di blog ini.

Boleh diobrak-abrik asal sopan!😀

Curcol: saat ini saya juga lagi sukacita. Soalnya, semenjak saya mengaktifkan kembali blog saya ini, setiap hari pengunjungnya jadi bertambah. Dari yang tadinya dalam sehari “cuma” segitu jadi segituuuuuuuuuu…! (silahkan terjemahkan sendiri apa maksudnya :D)

Selain itu, saya juga lagi sibuk mempromosikan Nekad Publising. Tulisan ini juga bagian dari promosi. :D Sah-sah saja kaaan…! Kan ini blog saya, jadi suka-suka. :p

Sejujurnya, inilah pertama kalinya Yori, Uki dan saya berani benar-benar mempublikasikan kalau Nekad Publishing adalah penerbitan milik kami bertiga setelah kami anggap persiapannya sebagian besar selesai dan perlahan mulai berjalan.

Sooo… yang mau menerbitkan karyanya secara indi, tapi dengan kualitas cetak yang nggak kalah sama penerbit mayor, kami siap membantu…!🙂

Masih banyak peserta KMRD angkatan 19 yang sampai saat ini belum saya ketahui kabarnya. Jadi, buat kawan-kawan KMRD 19, yang mungkin kebetulan membaca tulisan ini, saya menunggu kabar dari kalian. Mudah-mudahan kalian juga masih tetap terus menulis.

Masih ingat sama tagline kita? “KMRD 19…! Heiiibat!”

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya mengutip status Yori Tanaka tentang sebuah kalimat yang Gol A Gong lontarkan ketika mengisi materi Kelas Menulis Rumah Dunia yang saat ini sudah sampai angkatan ke-22, pada Minggu, 21 Juli 2013 yang lalu.

Foto: Yori Tanaka

Foto: Yori Tanaka

“Ideologi Rumah Dunia adalah melawan kebatilan dengan pena. Kalian siap?” tutur Gol A Gong saat mengisi Kelas Menulis Angkatan 22, Minggu 21 Juli 2013.

*Membaca dan menulis selalu saya umpamakan dengan warna hijau. Jadi, meski warna favorit saya adalah hitam, biru dan ungu, hijau buat saya tetap sangatlah menyenangkan.🙂