TANGIS LANGIT


Oleh: Poetry Karatan

Kelopak awan tak mampu lagi membendung air mata
Tetesannya jatuh
Rebah dalam pelukan bumi
Ketika wajah-wajah kecil didera peluh penuh siksa
Ketika mulut-mulut mungil dipaksa bersuara
Ketika tangan-tangan besar merampas pundi-pundi yang terkepal di tangan-tangan tak berdaya
Dan tak ada yang peduli
Tidak dengan kepala-kepala yang berjubel keluar dari balik kaca
Tidak dengan kepala yang bertopi kebesarannya
Tidak pula dengan puluhan pasang mata di sekelilingnya
Langit murka
Ia lecutkan halilintar ke tanah rekah

Posted by Wordmobi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s