Oleh: Poetry Karatan

Mulud 1.jpg

Mulud6.jpg

Mulud4.jpg

Mulud2.jpg

Selasa, tanggal 14 februari hampir sebagian besar warga negara Indonesia bahkan dunia tengah gegap gempita merayakan hari valentine atau sering disebut hari kasih sayang. Suasana gegap gempita itupun ternyata dirasakan juga oleh seluruh warga kampung Cimoyan, sebuah kampung yang jaraknya kurang lebih lima kilo meter dari Ciracas Simpang Lima – Serang. Hanya saja bukan hari valentine yang tengah mereka rayakan meskipun intinya sama-sama tentang kasih sayang.
Pada hari itu para warga kampung Cimoyan dari mulai yang tua hingga yang muda bahkan sampai yang masih anak kecil begitu semangat dan antusias menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan diadakan keesokan harinya sebagai bentuk kasih sayang mereka pada Rasulnya.

Di tiap-tiap rumah warga tampak seluruh keluarganya berkumpul untuk bersama-sama mempersiapkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, karena ada some think special yang selalu menjadi tradisi di kampung Cimoyan dalam perayaan salah satu hari besar Islam ini tiap tahunnya. Apalagi kalau bukan tradisi membuat “Panjang” yang juga merupakan tradisi rakyat Banten. Bagi warga di luar daerah Banten mungkin asing dengan istilah “Panjang”, tapi tidak bagi warga Banten khususnya Serang. Karena di beberapa daerah yang ada di Banten khususnya kota Serang ada yang masih menjalankan tradisi ini untuk merayakan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW dan warga kampung Cimoyan inilah salah satunya.

“Panjang” sendiri sebenarnya adalah nama panganan (bisa dibilang begitu) yang terbuat dari telor rebus utuh yang dibalut dan dihiasi menyerupai bentuk bunga dengan kertas crape beraneka warna yang direkatkan dengan lem yang terbuat dari aci dan diberi tangkai dari bambu.

Para pemuda dan bapak-bapak di kampung Cimoyan sibuk membuat bermacam-macam bentuk hewan ataupun benda yang nantinya akan dihias dengan “Panjang-panjang”. Beda rumah beda pula bentuk yang mereka buat. Ada yang membuat bentuk menyerupai hewan seperti bebek, jerapah, kerbau, ada pula yang membuat bentuk menyerupai benda mati seperti pesawat, becak, mobil losbak, ranjang, rumah, masjid bahkan ada yang memanfaatkan pohon pisang asli yang sengaja ditebang untuk dijadikan objek yang nanti akan dihiasi dengan “Panjang-panjang” dan berbagai bahan makanan lain seperti beras, mie instan, bekakak ayam dan makanan yang lainnya. Sedangkan kaum hawanya kebagian masak-masak untuk persiapan keesokan harinya di mana hasil masakan itu nanti akan diriung dan dibagikan pada para undangan dan warga kampung tetangga yang menghadiri acara maulidan tersebut.

Malam rabunya, menjelang tanggal 15 terdengar suara musik menghentak di tiap hunian rumah warga yang sengaja mereka putar untuk menemani mereka menyelesaikan tugasnya membuat “Panjang” hingga larut malam. Kantuk dan rasa pegal-pegal yang mendera tertutupi oleh rasa senang karena pada saat-saat seperti inilah mereka biasanya dapat berkumpul, bersenda gurau, ngobrol ngalor ngidul, bercampur baur dengan para saudara dan tetangga sambil ditemani kopi, rokok dan makanan-makanan tradisional khas warga setempat seperti kue apem, bugis dan gembleng yang selalu ada di setiap perayaan-perayaan hari besar Islam seperti saat ini.

Hingga tiba saatnya hari yang dinanti, tepat pada hari rabu (15/2) hari di mana hiasan-hiasan “Panjang” yang sudah susah payah dibuat para warga ramai-ramai digotong ke Masjid dan dipertontonkan ke seluruh warga yang kemudian akan diriung dan dibagikan setelah acara inti muludan selesai. Seluruh warga baik kaum adam maupun hawa, tua maupun muda tumpah ruah memenuhi sekitar Masjid untuk melihat berbagai hiasan “Panjang” hasil karyanya maupun hasil karya warga lain. Semuanya merasa bangga, merasa senang dan tentu saja merasa ikhlas ketika pada akhirnya “Panjang-panjang” tadi diriung dan dibagikan pada para undangan dan para warga kampung tetangga yang memang sengaja datang untuk menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini, karena pada dasarnya yang mereka lakukan ini adalah sebagai upaya mereka bersedekah, berbagi dan bersyukur atas apa yang telah Allah karuniakan pada mereka selama ini.

Posted by Wordmobi
Muludan.jpg