LAKUKAN SAJA DULU, MINTA MAAF KEMUDIAN

Oleh: Poetry Ann

Bertukar karya dengan Leila S. Chudori di Tempo Institute.

Seseorang curhat pada saya bahwa dia ingin banget jadi penulis, berkegiatan di dunia kepenulisan, tapi orang tuanya nggak mengizinkan. Alasannya klise, seperti yang sudah sering saya dengar dan sepertinya banyak dialami para penulis pada umumnya: soal materi, soal pandangan orang lain yang masih menganggap menulis itu “apa siiih?”, kerjaan orang nganggur teu puguh tea istilahnya mah. Menulis dianggap belum bisa menjamin kehidupan seseorang, apa lagi kalau mereka punya pasangan nanti.

“Padahal pengin bangeet. Soalnya kalau ngeliat kamu itu, sebagai penulis (asyeeeeek udah dianggap penulis), walaupun nggak banyak uang, keliatannya tuuuh seneeeng aja.” katanya. Lalu dia bertanya apakah orangtua saya mendukung sepenuhnya pilihan saya sekarang.

Saya katakan kalau kedua orangtua saya juga dulu sama begitu. Cuma saya mah Lanjutkan membaca “LAKUKAN SAJA DULU, MINTA MAAF KEMUDIAN”

TULISKAN APA YANG KAMU PIKIRKAN (Repost)

Oleh: Poetry Ann

 

Saya kira saya sudah mulai bisa memetakan kondisi hati dan perasaan yang abstrak ini. Serupa menghadapi bayangan. Ketika saya berusaha menyakiti bayangan tersebut, bukan bayangan itu yang merasakan sakitnya, tapi diri saya sendiri. Ketika saya berusaha menghindari bayangan tersebut, bayangan tersebut terus mengikuti. Saya tak bisa sepenuhnya lepas dari bayangan itu. Dan ketika saya memilih diam saja, tak melakukan apa pun, bayangan itu pun melakukan hal yang sama. Saya pikir dia, bayangan itu, sama tolol dan pengecutnya seperti saya.
=================================================================

Pagi tadi, saya menerima sebuah pesan yang isinya begini: Teh, gimana sih ngeluarin isi kepala dalam kata tuh? Susah bener perasaan. Hhihiii.

Maksudnya mungkin “mengeluarkan isi kepala ke dalam tulisan”.

Pesan itu saya terima dari Lanjutkan membaca “TULISKAN APA YANG KAMU PIKIRKAN (Repost)”

GASTROD

Oleh: Poetry Ann

cover-gastrod

 

========================
Sebelum membaca ini persiapkan napas dulu karena tulisan ini begiiiitu panjang. Saya jelaskan secara singkat. Ini potongan tiga bab dari novel saya, Gastrod. Novel bergenre scince fiction. Ini baru draf awal. Hanya potongannya, artinya nggak lengkap, jadi mungkin ketika kamu membaca ini kamu akan merasa ada bagian yang hilang dan nggak nyambung. Saya mulai menulis ini awal tahun 2015 lalu, tapi terlantar. Sampai sekarang saya belum meneruskannya. Naskahnya sudah sampai 59 hlm. Dan saya mulai mempertimbangkan untuk melanjutkannya kembali. Tapi, tentu saja karena saya sudah lama meninggalkannya, fokus saya sudah hilang, mood saya sudah hillang, keterikatan saya terhadap naskah ini juga hilang. Jadi, untuk itulah saya perlu membaca ulang novel ini dari mulai membaca outline-nya, catatan tentang karakter seluruh tokohnya, juga naskahnya dari awal. Alasan saya membagikan potongan dari tiga bab ini? Nggak ada alasan, pemborosan. Ini hanya soal kesenangan. Anggap saja ini hadiah dari saya buat kamu. Happy weekend! ^^
Baca pelan-pelan.
========================
POTONGAN DARI BAB 1
 

Lanjutkan membaca “GASTROD”