GASTROD

Oleh: Poetry Ann

cover-gastrod

 

========================
Sebelum membaca ini persiapkan napas dulu karena tulisan ini begiiiitu panjang. Saya jelaskan secara singkat. Ini potongan tiga bab dari novel saya, Gastrod. Novel bergenre scince fiction. Ini baru draf awal. Hanya potongannya, artinya nggak lengkap, jadi mungkin ketika kamu membaca ini kamu akan merasa ada bagian yang hilang dan nggak nyambung. Saya mulai menulis ini awal tahun 2015 lalu, tapi terlantar. Sampai sekarang saya belum meneruskannya. Naskahnya sudah sampai 59 hlm. Dan saya mulai mempertimbangkan untuk melanjutkannya kembali. Tapi, tentu saja karena saya sudah lama meninggalkannya, fokus saya sudah hilang, mood saya sudah hillang, keterikatan saya terhadap naskah ini juga hilang. Jadi, untuk itulah saya perlu membaca ulang novel ini dari mulai membaca outline-nya, catatan tentang karakter seluruh tokohnya, juga naskahnya dari awal. Alasan saya membagikan potongan dari tiga bab ini? Nggak ada alasan, pemborosan. Ini hanya soal kesenangan. Anggap saja ini hadiah dari saya buat kamu. Happy weekend! ^^
Baca pelan-pelan.
========================
POTONGAN DARI BAB 1
 

Baca lebih lanjut…

SEKADAR CATATAN PERIHAL PERTEMUAN MAJELIS PUISI, AHAD (20/11/2016)

Oleh: Poetry Ann

Sumber futu: Dokumentasi Giani Marisa.

Sumber futu: Dokumentasi Giani Marisa.

 

Kemarin sore adalah momen yang menyegarkan bagi saya. Setelah cukup lama Toto ST Radik absen mengisi Majelis Puisi, sore kemarin saya bisa menikmati kembali bagaimana beliau mengisi pengajian puisi yang diadakan tiap Ahad pukul 16.00 di Rumah Dunia itu.

Seperti pada Ahad-Ahad yang saya hadiri sebelumnya (sebelum Toto ST Radik absen mengisi Majelis Puisi untuk sementara waktu karena kesibukannya), beliau selalu bisa membuka acara pengajian puisi dengan caranya yang khas (santai, tapi tetap serius dan pintar mengaitkan sesuatu yang ditemui saat itu dengan apa-apa yang akan disampaikannya), yang mampu membuat saya, juga kawan-kawan lain yang hadir sore itu lebih mudah mencerna pengetahuan yang dibagikannya. Bahkan tak jarang memunculkan candaan dan celetukan yang berhasil memancing gelak di antara kami, padahal yang kami bicarakan saat itu bukanlah hal yang sifatnya main-main, yaitu puisi.

Sebenarnya beliau sudah Baca lebih lanjut…

MIMPI YANG DIUCAPKAN BERULANG-ULANG

Oleh: Poetry Ann

lorong, jalan, cara

===================================
Saya nggak tahu kapan tepatnya saya mencatat ini, yang saya tahu, subuh tadi, saat saya tergerak untuk membaca-baca kembali catatan-catatan saya, saya menemukan catatan ini, terus jadi ingat dia. Jadi kangen sama panggilan ini: anak keciiil!😀
===================================

Percayakah kamu, kalau mimpi yang diucapkan berulang-ulang bisa memotivasi diri kita untuk benar-benar berusaha supaya bisa mewujudkan mimpi itu dengan hati yang sungguh?

Saya percaya karena setidaknya saya sudah membuktikannya meski belum sepenuhnya.

Beberapa tahun lalu, saya sering kali berkata pada salah seorang kawan saya, bahwa suatu saat nanti dia akan menemukan karya saya di media dan dibaca orang lain selain dirinya. Waktu itu dia hanya diam dan kebingungan. Lalu bertanya, bagaimana caranya? Saya bilang, saya akan menemukan caranya.

Tiap kali saya menemukan atau membaca majalah, saya menunjukkan majalah itu tepat di rubrik yang memuat cerpen padanya. Saya katakan, “Suatu saat nanti, cerpen gue bakal dimuat di situ!” Dia hanya tersenyum sambil kembali bertanya, bagaimana caranya? Lalu saya jawab lagi, bahwa saya akan menemukan caranya.

Kemudian ketika saya dan dia secara kebetulan duduk menunggu di sebuah loper koran, saya ambil beberapa koran, tidak untuk dibeli, hanya melihat-lihat dan membacanya sekilas. Lagi, saya katakan padanya bahwa suatu saat nanti tulisan saya akan muncul di sana dan dibaca orang lain selain dirinya. Pertanyaan yang sama masih terlontar dari mulutnya. Saya katakan lagi bahwa saya akan menemukan caranya.

Begitu juga ketika dia menemukan saya tengah berada di toko buku setelah setengah jam lamanya dia mencari karena saya memang pergi diam-diam darinya ketika ia tengah sibuk memilih-milih baju di sebuah mall, tanpa mempedulikan ekspresinya yang terlihat kesal, saya katakan padanya, “Suatu saat nanti buku gue bakal ngisi salah satu rak di sini, dibeli dan dibaca banyak orang.”

Dengan reaksi sedikit jengkel karena merasa saya tinggalkan begitu saja, dia bilang, “Anak keciiil, kerjaannya ngekhayal mulu! Emang lo tahu gimana caranya?”

Sekali lagi saya katakan bahwa saya akan menemukan caranya.

Kemudian di hari berikutnya, berikutnya dan berikutnya lagi saya selalu mengatakan hal yang kurang lebih sama padanya tiap kali membaca majalah, koran, buku, bahkan setelah saya baru saja menyelesaikan tulisan saya: bahwa suatu saat nanti tulisan saya akan dimuat media dan dibaca oleh orang lain selain dirinya.

Sampai pada suatu malam di bawah terang bulan. Ini bukan fiksi, karena saat itu, saya dan dia memang benar-benar tengah mengobrol di bawah terang bulan. Entah apakah saat itu dia benar-benar tulus melontarkan kalimatnya atau tidak, saya tidak tahu. Yang saya tahu, telinga saya mendengar dia berkata, bahwa dari sekian banyak kawannya, hanya sayalah yang ia anggap berbeda karena memang hanya sayalah satu-satunya kawan yang memiliki mimpi dan begitu yakin kalau mimpinya itu akan dicapainya.

Saya cuma cengengesan waktu itu. “Beda? Mbe jeung kuda?” seloroh saya dengan canda.

“Gue serius. Dan nggak tahu kenapa, hati kecil gue bilang kalo suatu saat nanti lo bakal bener-bener bisa mewujudkan mimpi lo itu,” timpalnya dengan nada suara yang serius dan sungguh-sungguh sembari menatap lekat-lekat bulan di atas kami.

Saya tak pernah melihat dia seserius itu sebelumnya. Apa yang diucapkannya membuat saya tercenung. Saya pandangi dia sesaat, sebelum akhirnya bertanya dengan suara pelan, “Tapi, gimana caranya?”

Dia mendengarnya lalu berseru, “Lo bakal menemukan caranya!”

Kemudian kami pun tergelak bersamaan.

Dan sekarang, setelah beberapa tulisan saya benar-benar dimuat media, masuk beberapa antologi dan dibaca oleh orang lain selain dirinya, saya justru tak tahu apakah dia menemukan dan benar-benar membaca tulisan-tulisan saya itu atau tidak. Yang saya tahu, tak ada yang salah dengan mimpi yang diucapkan berulang-ulang. Setidaknya, dengan berulang-ulang mengucapkan dan memberitahukan mimpi kita pada orang lain, terlepas dari apakah mimpi itu akan terwujud atau tidak, kita tahu bahwa kita sudah memanfaatkan nikmat yang Tuhan berikan pada kita dengan cara yang lebih baik. Mimpi yang diucapkan berulang-ulang membuat kita merasa mendapatkan energi lebih ketika kita terjatuh dan menemukan kesulitan saat menjalani proses demi mewujudkan mimpi itu.

HANYA BERBEKAL Rp 400.000,- BISA BACKPACKERAN KE BEBERAPA KOTA, MAU?

Oleh: Poetry Ann

joggja

 

Apa yang bisa kamu lakukan dengan uang Rp 400.000?

Dengan uang segitu saya bisa melakukan perjalanan ke beberapa kota menggunakan kereta api selama sembilan hari dan membeli tujuh buku. Nggak percaya? Saya baru saja melakukannya bulan kemarin.

Saya memulai perjalanan pada 20 September lalu. Bertepatan dengan hari lahir saya, dan berakhir 29 September. Bukan tanpa sengaja saya melakukannya. Kalau di tahun-tahun sebelumnya saya lebih sering melupakan hari lahir saya, di tahun 2016 ini, sudah dari jauh hari saya memang sengaja merencanakan untuk memberi  diri saya hadiah istimewa. Saya bertanya pada diri  saya sediri, apa yang paling saya inginkan di tahun ini? Dan jawabannya, saya ingin melakukan perjalanan. Ada kota yang sangat ingin saya kunjungi, yaitu Yogyakarta. Baca lebih lanjut…

SUPER HERO, KAMBING & IDUL ADHA

Oleh: Poetry Ann

 

Di film Prometheus ada bagian yang keren banget, yang masih saya ingat sampai sekarang, yaitu bagian saat si kapten pesawat Prometheus meminta awak pesawatnya menyelamatkan diri sementara dia berniat untuk mengorbankan dirinya demi keselamatan bumi saat El memintanya untuk mempercayainya, memintanya untuk menghentikan pesawat asing yang berniat menghancurkan bumi. Dialognya itu kurang lebih begini: Baca lebih lanjut…

DILEMA EFBI

Oleh: Poetry Ann

facebook

 

Seorang kawan protes  pada saya, katanya saya ini kalau di  efbi sombong. Nggak pernah komen, nggak pernah ngelike. Saya nyengir saja menanggapi protesannya itu.  Dalam hati saya berkata, “Puguh saya mah kalo  komen atau ngelike status orang teh seringnya, setelahnya, malah ngerasa nyesel.”  Baca lebih lanjut…

QUOTE 14

 

Ada hal-hal yang tak bisa, bahkan tak perlu dijelaskan dengan bahasa. Hal-hal transenden yang dapat kamu pahami hanya jika kamu berani mengalaminya langsung. Hal-hal yang membutuhkan kerja keras dan kedisiplinan untuk mencapainya.

—Seorang Pelatih Yoga yang nggak merasa penting disebut namanya—